TRAILER TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 182 Saat Davina Meminta Kepastian, Sena Menyimpan Rahasia
TRAILER TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 182 Saat Davina Meminta Kepastian, Sena Menyimpan Rahasia Besar di Balik Layar.
Lampu-lampu kota mulai berpijar lembut, memantulkan bayangan di balik kaca jendela sebuah ruangan temaram tempat Davina berdiri anggun dalam balutan atasan merahnya yang mencolok, menatap Sena dengan tatapan tajam penuh tuntutan sembari melontarkan kalimat bernada final, "Nanti hal-hal simpel kayak gini kamu nganterin aku ke kantor ya udah nggak bisa dong." Di dalam benaknya, Sena hanya bisa tersenyum getir, menelan rasa sesak yang bergemuruh hebat sambil bergumam dalam hati, walaupun setelah ini gua udah balik ke Boston gua kan masih bisa balik ke Indonesia dua minggu sekali. Suasana tegang itu seolah mencair seketika saat pandangan beralih ke sudut ruangan lain di mana Bu Vero berdiri tegak dengan wibawa, menatap tajam ke arah Pak Hendri sejak ia duduk hingga perlahan bangkit berdiri menegaskan pendiriannya, "Angga udah dewasa dia bisa memilih apa yang apa yang dia mau." Tanpa memberi jeda, Bu Vero melanjutkan kalimatnya dengan intonasi penuh selidik, "Dia belum cerita?" membuat Pak Hendri mengernyitkan dahi bingung sebelum bertanya singkat, "Apa?" yang seketika dibalas oleh Bu Vero dengan seulas senyuman penuh rahasia ke arah Pak Hendri.
Jauh dari ketegangan obrolan para orang tua itu, langkah kaki Bilal yang lelah baru saja menjejaki ambang pintu apartemennya, namun darahnya mendadak berdesir kencang dan napasnya tercekat ketika mendapati tiga sosok bayangan asing tiba-tiba menerjang dari balik kegelapan dengan niat melukainya, memancing reaksi spontan saat ia berteriak penuh amarah, "Mau ngapain lu?" dan langsung melancarkan perlawanan sengit demi mempertahankan nyawa. Tak lama berselang, di tengah kepayahan dan rasa sakit yang mendera tubuhnya, tangan Bilal yang gemetar merogoh ponsel untuk menghubungi Sena, melaporkan kejadian mencekam itu dengan suara parau, "Saya habis dikeroyokin orang di apartemen." Di ujung sambungan, Sena terperanjat seketika, matanya membelalak tak percaya sambil berteriak kaget, "Lu dikeroyok?"
Hanya beberapa jam berselang, aroma obat antiseptik dan putihnya dinding rumah sakit menyambut kedatangan Sena yang langsung bergegas melangkah masuk, mendapati Bilal terbaring lemah di atas ranjang dengan balutan perban di sekujur tubuhnya, namun yang membuatnya jauh lebih terkejut adalah kehadiran Tara yang sudah berdiri tenang di sisi ranjang tersebut, membuat Sena terpaku di ambang pintu dan membatin dalam hati, hei ini bocah kenapa nggak bilang kalau ada tara.
#terikatjanjihariini #terikatjanjifullepisode #trailerterikatjanji
